Klik To Become Our Ads

Protected by Copyscape Online Plagiarism Checker
Tampilkan postingan dengan label Fotografi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Fotografi. Tampilkan semua postingan

Kamis, 28 Juli 2011

Tips memilih kamera saku untuk pemula

Kamera saku menjadi kamera yang penjualannya paling laris dan banyak dicari orang karena kepraktisan dalam pemakaian dan harganyanya yang terjangkau. Evolusi pada kamera saku sudah mendekati titik stagnan dalam arti tidak akan banyak perubahan radikal dalam hal teknologi kamera saku pada masa-masa mendatang. Hal ini berbeda sekali kalau kita flashback ke masa lalu dimana perubahan dan peningkatan fitur kamera begitu cepat dan membingungkan. Belum sempat beli kamera 5 mega, sudah keluar yang 7 mega; belum sempat menjajal kamera dengan VGA movie, sudah keluar yang HD movie. Kini bisa dikatakan, apapun kamera yang dibeli sudah hampir ‘matang’ dalam hal teknologi, tinggal kita memilih mana yang paling sesuai dengan selera dan dana.
Kamera generasi baru boleh dibilang sudah canggih, bahkan saking canggihnya calon pembeli (pemula) sampai bingung akan istilah-istilah yang ditulis di iklan, brosur dan spesifikasinya. Belum lagi para pedagang gencar mengklaim berbagai fitur yang terdengar asing di telinga, semakin membuat grogi calon pembeli.

Sebagai permulaan, hal yang terpenting adalah mengenali kebutuhan fotografi anda nantinya. Cobalah menjawab pertanyaan berikut ini, setidaknya anda dapat memprediksi kamera seperti apa yang anda butuhkan :
  • apakah kamera anda nantinya akan dipakai sebagai sarana dokumentasi biasa atau untuk membuat karya foto yang lebih artistik? (kaitannya dengan fitur manual)
  • apakah anda lebih perlu lensa wide untuk kesan luas atau lebih memerlukan zoom lensa yang jauh? (kaitannya dengan fokal lensa)
  • apakah anda akan perlu memotret dengan kinerja cepat, seperti anak yang tak bisa diam? (kaitannya dengan performa shutter lag, auto fokus, burst mode dan shot-to-shot)
  • apakah anda tipe petualang yang sering memotret outdoor atau bukan? (kaitannya dengan bodi kamera dan aksesori underwater)
  • apakah anda lebih suka baterai AA atau Lithium?
  • apakah anda akan sering memakai kamera saku di tempat kurang cahaya, tanpa lampu kilat? (kaitannya dengan kemampuan sensor di ISO tinggi)
  • selain memotret, apakah anda juga suka mengambil video? (kaitannya dengan resolusi video)
  • apakah anda perlu foto ukuran besar untuk dicetak besar atau di-crop ketat? (kaitannya dengan resolusi)
Setelah menjawab kuis di atas, mungkin anda sudah semakin mudah dalam membayangkan kebutuhan fotografi anda. Namun tentu perlu diingat kalau tidak mungkin semua yang kita mau bisa diakomodir oleh satu kamera, tentu ada saja hal-hal yang perlu dikompromikan.
Sebagai tips dalam memilih kamera, berikut hal-hal yang perlu dicermati :
  • merk : tidak usah terpaku pada merk, pada dasarnya produsen kamera ternama punya standar mutu yang sama, meski tak dipungkiri merk besar punya layanan after sales yang lebih baik
  • lensa : kunci ketajaman dan kualitas foto ada di lensa, sebisa mungkin lihatlah hasil fotonya sebelum membeli, lihat apakah ketajaman lensanya sudah anda anggap layak atau tidak
  • zoom : kamera saku umumnya punya lensa 3x zoom optik, meski kini sudah bervariasi mulai dari 4, 5, 6 hingga 10x zoom, bila anda tidak perlu zoom terlalu tinggi jangan memaksakan membeli kamera dengan zoom besar
  • fitu wajib : image stabilizer, karena kamera saku kecil dan ringan maka resiko tergoyang saat memotret cukup besar
  • fitur manual mode : minimal perlu ada manual ISO, lalu kalau ada ya manual eksposure (shutter priority dan aperture priority), syukur kalau ada manual focus juga
  • seberapa wide yang anda perlukan? umumnya kamera saku lensanya bermula dari 35mm, bila anda merasa kurang wide carilah kamera yang lensanya bermula dari 30mm, 28mm atau bahkan 24mm yang akan berguna untuk kreativitas perspektif dan membuat kesan luas
  • resolusi : sebisa mungkin hindari resolusi terlalu tinggi (diatas 10 MP) karena sensor pada kamera saku berukuran kecil sehingga bila dijejali piksel terlalu banyak dia tidak akan mampu memberikan foto yang bersih dari noise di ISO tinggi
  • kinerja kamera saku umumnya sama, tapi tidak ada salahnya periksa lagi spesifikasi soal shutter lag (jeda saat menekan tombol shutter dan foto diambil), shot-to-shot (waktu tunggu dari foto pertama ke foto selanjutnya), burst mode (berapa foto bisa diambil dalam satu detik), dan start-up/shutdown time (waktu yang diperlukan oleh kamera untuk siap memotret saat pertama dinyalakan)
Adapun hal-hal yang umumnya relatif sama pada semua kamera saku, sehingga tidak perlu terlalu dipermasalahkan adalah :
  • kinerja dan mode auto fokus, umumnya tiap kamera punya kinerja AF yang sama (prinsip kerja contrast detect) dan mode AF yang disediakan umumnya sama (multi area atau center), beberapa kamera baru menyediakan auto fokus berbasis deteksi wajah (Face detection)
  • kinerja dan mode metering umumnya sama dengan pilihan semacam center weight dan spot metering
  • kinerja white balance dan pilihan preset yang disediakan (seperti flourescent, tungsten, daylight dsb)
  • spesifikasi dasar seperti maks/min shutter speed, maks/min aperture, maks/min ISO, kamampuan baterai, flash power dsb (perkecualian untuk maks aperture yang terlalu kecil akan merepotkan di saat low light, usahakan cari yang f/2.8)
Itulah beberapa tips yang bisa kami sajikan untuk pedoman membeli kamera saku. Bila ada dana lebih, anda bisa memilih kamera dengan fitur lebih banyak dan lebih baik, seperti ukuran LCD yang lebih besar, fitur HD movie dan bodi kamera berbalut logam. Tapi secara umum dengan anggaran 1 hingga 2 juta sudah bisa didapat kamera saku yang mencukupi untuk kebutuhan fotografi sehari-hari

Langkah langkah Belajar fotografi dari nol

Pertama-tama saya ucapkan terima ksih banyak bagi pengunjung blog ini yang telah menfollow twitter saya. Banyak sekali mention di twitter dari teman2 yang  ingin mempelajari fotografi dasar,,,,cukup kewalahan juga nih….tenang kawan kita sama2 belajar aja.Yuk kita mulai serius……..Belajar digital fotografi adalah sesuatu yang kompleks. Maka dari itu banyak orang mungkin kebingungan bagaimana cara belajarnya.. harus memulai darimana? nah post ini berupaya untuk memberikan langkah-langkah praktis dalam belajar fotografi secara global.

Pertama-tama kita memerlukan kamera. Berdasarkan ukuran sensor, kamera terbagi dua, kamera saku dan kamera DSLR. Lalu apa bedanya kamera saku dan kamera DSLR? Saya cuma mampu membeli kamera saku, apakah saya tidak bisa belajar fotografi dengan kamera saku? Jangan takut, meski murah, kamera saku memiliki kelebihan tersendiri dan jangan jadikan halangan untuk belajar fotografi.
Kedua kita perlu belajar tentang eksposur cahaya. Inti dari fotografi adalah eksposur, atau total cahaya yang masuk ke dalam sensor peka cahaya. Karena cahaya tersebutlah, foto itu terbentuk. Peran kita sebagai fotografer adalah mengendalikan jumlah cahaya yang masuk dengan mengubah besarnya bukaan lensa, kecepatan rana dan ISO. Tiga elemen ini saya sebut sebagai segitiga emas fotografi.
Ketiga, kita tentu harus mempelajari kamera kita, terutama mode-modenya, pengukuran cahaya (metering) dan auto fokus.
Keempat, kita perlu tahu apa itu kedalaman fokus (depth of field) dan apa faktor-faktornya.
Kelima, kita harus tau bagaimana mengambil gambar yang tajam dan tidak kabur.
Keenam, kita harus mempelajari komposisi foto yang baik dan menarik.
Ketujuh, kita harus mempelajari karakter cahaya terutama arah dan intensitas cahaya.
Kedelapan, kita harus belajar antisipasi dan mengambil foto pada waktu yang tepat.
Kesembilan, kita harus belajar bercerita lewat foto, entah dengan satu foto atau satu seri foto.
Kesepuluh, kita harus belajar mengolah foto dengan efek digital. Olah foto di era digital mudah dipelajari dan membuka bab baru dalam fotografi digital.

Demikian kira-kira runtutan belajar fotografi untuk pemula. Seperti yang Anda lihat, masih banyak tulisan yang saya bisa bahas dari tiap langkah tersebut. Fotografi merupakan ilmu yang berkembang begitu pesat dan tidak ada habisnya, namun bila menemui kesulitan, harap jangan menyerah dan pelajari dan terus praktekkan. Pada posting selanjutnya akan saya bahas secara lebih detail lagi….So wait n see

5 Kamera DSLR Pilihan Tahun 2011

Kamera SLR digital biasanya memiliki sensor sembilan kali lebih besar dari kamera digital standar, dan ditujukan untuk para fotografer profesional dan pehobi serius. Lensa kamera SLR dapat diganti-ganti sesuai keperluan. Biasanya, produsen sudah menawarkan lensa standar (lensa kit), namun berbagai jenis lensa juga dijual secara terpisah, sesuai kebutuhan dan kemampuan finansial. Kamera jenis SLR masih terbagi dari dua jenis, yakni SLR untuk sekedar hobi, atau SLR untuk pemakaian profesional murni yang tentunya kualitas hasil di atas kamera SLR hobi, tentunya tingkat harganya juga berbeda. Untuk kelas kamera SLR sendiri, menurut tingkat kualitas dan harganya juga sangat beragam. Termurah, berkisar 5-6 juta, kemudian puluhan juta, bahkan sampai ratusan juta rupiah seperti kamera merk Hasselblad.
Dan berikut ini adalah 5 kamera SLR digital terbaik menurut ulasan PC World, yang meskipun ulasannya itu pada akhir tahun lalu tapi karena tidak begitu banyaknya kamera SLR digital yang dikeluarkan oleh produsen membuatnya tidak akan jauh berbeda dengan ulasan pada hari ini:
1. Nikon D90

Max. Megapixels: 12.3 Megapixels
Optical Zoom: 6X Zoom
Jangkauan Zoom Minimal (mm): 18
Jangkauan Zoom Maksimal (mm): 105
Berat (ons): 40.5
Slot Media: SD Card
Nilai dari PCWorld: 88
Harga: Rp 10,700,000 (Body) dan Rp 13,700,000 (Kit)
Kesimpulan: Tipe D90 ini memiliki nilai tinggi dalam menghasilkan gambar yang sangat bagus dan desain yang mengagumkan
2. Canon EOS 50D

Max. Megapixels: 15.1 Megapixels
Optical Zoom: 11X Zoom
Jangkauan Zoom Minimal (mm): 18
Jangkauan Zoom Maksimal (mm): 200
Berat (ons): 50.6
Slot Media: CompactFlash
Nilai dari PCWorld: 87
Harga: Rp 10,550,000 (Body) dan Rp 14,400,000 (Kit/17-85IS)
Kesimpulan: Meskipun tipe ini bukanlah tipe yang mesti diupgrade dari tipe 40D namun ada beberapa fitur baru yang ditambahkan didalamnya
3. Canon EOS Rebel XSI SLR

Max. Megapixels: 12.2 Megapixels
Optical Zoom: 3X Zoom
Jangkauan Zoom Minimal (mm): 18
Jangkauan Zoom Maksimal (mm): 55
Berat (ons): 25.8
Slot Media: SD Card
Nilai dari PCWorld: 86
Harga: $559.00 – $825.95
Kesimpulan: Tipe Rebel Xsi memberikan kemampuan jangkau yang cukup kuat namun anda mungkin perlu mengeluarkan uang lebih banyak dibanding pengeluaran yang harus dikeluarkan oleh pengguna pemula
4. Canon EOS 4od

Max. Megapixels: 10.1 Megapixels
Optical Zoom: 4.8X Zoom
Jangkauan Zoom Minimal (mm): 28
Jangkauan Zoom Maksimal (mm): 135
Berat (ons): 48.8
Slot Media: CompactFlash
Nilai dari PCWorld: 85
Harga: Rp 8,900,000 (Body) dan Rp 13,200,000 (Kit/17-85IS)
Kesimpulan: Sebuah kamera dengan fitur lengkap sekaligus hasil gambar yang memuaskan. Hasil foto akan terlihat seperti seorang profesional
5. Sony Alpha DSLR-A300

Max. Megapixels: 10.2 Megapixels
Optical Zoom: 3.8X Zoom
Jangkauan Zoom Minimal (mm): 18
Jangkauan Zoom Maksimal (mm): 70
Berat (ons): 32.8
Slot Media: CompactFlash, Memory Stick
Nilai dari PCWorld: 85
Harga: Rp 6,320,000 (Kit) dan Rp 8,600,000 (Doublekit)
Kesimpulan: Layar LCD yang mudah diatur dan real time, desain cukup baik, mudah digunakan sekaligus ekonomis

Teknik dasar Menggunakan Kamera dslr

Sesuai dengan janji pada posting sebelumnya kali ini saya akan membahas teknik memotret gambar dengan kamera dslr. Banyak sekali teknik memotret dengan menggunakan kamera dslr, kali ini saya akan mengulas teknik dasar terlebih dahulu. Karena teknik cukup mudah dipelajari dan dilakukan terlebih bagi anda yang baru pertama kali menggunakan kamera dslr.
Hal pertama yang harus diperhatikan pastikan kamera anda sudah dalam kondisi “siap” untuk dipakai, cek baterai, cek memory, dll. memotret bisa kapan saja kita mau. Kenapa kita ingin memotret? simpel saja, menurut saya, karena ada moment dan tentunya ada kamera dong. Kali ini saya menggunakan kamera nikon d3000 standard (untuk melihat spesifikasinya silahkan lihat posting saya sebelumnya tentang kamera Nikon d3000). fotografi menurut saya banyak kategorinya, ada yang suka landscape (pemandangan), studio, wildlife, underwater, macro, dll. Untuk sekarang ini yang saya akan tuliskan, mungkin akan lebih mengarah ke landscape, karena hal ini yang paling sering dilakukan oleh para fotographer pemula. Sebelum memotret saya biasa melakukan ‘ritual’ pada kamera yaitu :

Setting Kamera
1 . Mensetting ke mode av (aperture value) yaitu hanya merubah besarnya bukaan diafragma sehingga shutter speed sudah automatis di set oleh kamera tersebut. bukaan terbaik/ ketajaman terbaik ada di bukaan F/8.0 jika ingin DOF (depth of field) lebih panjang bisa memakai bukaan F/14 (saya tidak menyarankan jika memakai F/16 keatas, memang semuanya terlihat focus tetapi ketajaman sudah berkurang sehingga hasilnya kurang maksimal).
2 . Memakai iso 100 (semakin rendah semakin baik) jika cahaya kurang dan shutterspeednya kurang (saran saya shutterspeed lebih baik diatas 1/60 agar tidak shake) bisa dinaikan isonya.
3 . Lebih baik menggunakan lensa wide seperti 18-55mm dan 17-85mm.
Setelah kondisi diatas siap, Mari kawan…!!! menuju tempat dimana yang baik untuk foto. Ada baiknya perhatikan :
1 . Arah cahaya matahari datang, lebih baik memotret jangan mengarah matahari, membelakangi matahari itu lebih baik (karena kita membutuhkan cahaya matahari untuk pencahayaan). memotret lebih baik pada pagi dan sore hari, karena kalau siang hari, cahaya matahari terlalu tajam (biasanya langit putih dan tidak menarik).
2 . Pilihlah background yang baik dan indah (pilihlah sesuka hati).
3 . Carilah angle terbaik, bisa dikatakan ada low angle, mid angle, high angle. ketiga angle tersebut memberikan perbedaan hasil foto yang sangat berarti.
Come on let’s take a picture
Ooowwwwh bagaimana hasilnya, lumayan kan? hmm, coba bereksperimen dengan teknik dasar lainnya seperti :
1 . Panning adalah dengan menggerakkan kamera ke arah gerak objek (panning) bertepatan dengan melepas tombol. hasil gambarnya ialah latar belakang kabur, tetapi gambar subjek jelas. seberapa jelas atau kaburnya subjek tergantung pada cepat atau lambatnya gerakan panning. jika gerakannya bersama-sama dengan gerakan subjek, maka gambar yang dihasilkan jelas. sebaliknya jika kamera lebih cepat atau lebih lambat dari gerakan subjek, maka hasilnya akan blur (kabur).
panning.jpg
panning
2 . slowspeed adalah jika benda yang bergerak cepat dipotret dengan speed shutter rendah, maka hasilnya ialah gambar akan tampak kabur, seakan-akan disapu, namun latar belakangnya jelas. efek ini terkadang bagus dan menimbulkan sense of motion dari benda yang dipotret.
slowspeed
slowspeed
3 . freeze adalah speed cepat kita gunakan untuk memotret benda yang bergerak. semakin cepat pergerakan benda tersebut, maka semakin besar angka speed shutter yang kita butuhkan.
freeze
freeze
Thank’s my friend to read my article , maybe it can be useful for you. (Mbe)

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Ahenz | Blogger Sejati by Big 4 Share - Private Template | Big Community