Klik To Become Our Ads

Protected by Copyscape Online Plagiarism Checker
Tampilkan postingan dengan label Android. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Android. Tampilkan semua postingan

Senin, 01 Agustus 2011

Membuat Aplikasi Android Part 3

Android sebagai “pemain” baru dalam dunia smartphone kini sudah berkembang demikian cepat. Hingga saat ini sudah memasuki versi Android 2.3. Hal ini tidak terlepas dari peran geeks yang memanfaatkan OS ini untuk dikembangkan lebih lanjut karena sifatnya yang open source. Jika pada artikel sebelumnya kita telah membahas bagaimana instalasi Android emulator pada desktop, serta instalasi aplikasi yang sudah ada untuk Android, sekarang kita akan mencoba membuat sebuah aplikasi Map sederhana menggunakan Android emulator.

Aplikasi Map sederhana ini akan kita sambungkan dengan Google Map, jadi jangan lupa koneksi internet ya..

1. Pembuatan Project Baru

Mari kita mulai dengan membuat project baru ketentuan sebagai berikut,
  1. Klik File > New lalu pilih Android Project
  2. Klik Next lalu isikan field-field yang tersedia dengan ketentua sebagai beriktu
  • Project Name : Nama Project yang akan kita buat.
Project Name : My First Map
  • Built Target : Target aplikasi yang akan digunakan untuk menjalankan aplikasi.
Built Target : Kita pilih Google APIs dengan Platform 1.6
  • Application Name : Nama aplikasi yang akan dibuat.
Application Name : My First Map
  • Package Name : Nama paket yang mengacu pada standar penamaan aplikasi java.
Package Name : biz.multimediacenter.myfirstmap
  • Create Activity : Nama aktiviti.
Create Activity : MyFirstMap
  • Min SDK Version : Versi dari Android SDK yang digunakan.
Min SDK Version : 4

2. Pembuatan AVD

  1. Klik Window > Android SDK and AVD Manager
  2. Klik New
  3. Isikan field-field yang tersedia dengan ketentuan sebagai berikut,
  • Name : Nama AVD
Name : AVDapi
  • Target : Target untuk menjalankan aplikasi
Target : Google APIs(Google Inc.)-API Level 4
  • SD Card Size : Kapasitas memori yang akan digunakan
SD Card Size : 100 MB
  • Skin : Jenis layar
Skin : Default (HVGA)
  • Hardware : Perangkat keras yang dibutuhkan
Hardware : Abstracted LCD density

3. Key API

  1. Cari lokasi folder key-nya, biasanya terletak pada C:\Document and Settings\\.android\debug.keystore
  2. Copy file debug.keystore ke sebuah lokasi yang mudah dijangkau, misalkan di folder data di drive D.
  3. Cara membuka debug.keystore dapat melalui DOS dengan melalui Start > Run > CMD
  4. Kemudian cari dimana kita menempatkan JDK\bin kita, misal pada C:\Program Files\jdk 1.6.0_16\bin
  5. Setelah berada pada lokasi yang benar maka perintah yang kita gunakan adalah : keytool –list –alias androiddebugkey –keystore D:\data\debug.keystore –storepass android –keypass android
  6. Setelah itu masuk ke masuk ke alamat http://code.google.com/android/add-ons/google-apis/maps-api-signup.html untuk mendaftarkan key Certificate fingerprint kita.
  7. Masukkan key Certificate fingerprint pada My Certicate’s MD5 fingerprint :
  8. Setelah itu kita akan mendapatkan API Key Google Map

4. Koneksi Google Map

Dalam pembuatan aplikasi peta sederhana ini, kita menggunakan fasilitas Google Map yang dikembangkan oleh Google Inc. Jadi untuk dapat menggunakannya maka di dalam pembuatannya kita sisipkan perintah yang akan menghubungkan aplikasi kita dengan Google Map. Dalam hal ini kita tambahkan
  1. com.google.android.maps.MapViewandroid:id”@+id/map”
  2. android:apikey=””
sehingga pada file main.xml akan menjadi seperti di bawah ini,



android:layout_width=”fill_parent”
android:layout_height=”fill_parent”>
<com.google.android.maps.MapView android:id=”@+id/map”
android:layout_width=”fill_parent”
android:layout_height=”fill_parent”
android:apiKey=”0N7Hy8N-J4GRSHu6EBqBPNNmCZIGnxFWaJyCLAQ”
android:clickable=”true” />


android:layout_width=”wrap_content”
android:layout_height=”wrap_content”
android:layout_alignParentBottom=”true”
android:layout_alignParentLeft=”true” >

Sedangkan untuk koneksi dengan internet, kita haru menambahkan permission dan library pada file AndroidManifest.xml, yaitu:
  1. Permission INTERNET dan ACCESS_COARSE_LOCATION
  2. Pada elemen , tambahkan elemen dengan android:name= ”com.google.android.maps”, sebagai tanda untuk menggunakan Android API
Sehingga file AndroidManifest.xml secara menjadi seperti ini:



package=”biz.multimediacenter.myfirstmap”
android:versionCode=”1″
android:versionName=”1.0″>






android:label=”@string/app_name”>










5. Fasilitas Zoom

Fasilitas zoom sangat diperlukan pada aplikasi peta digital untuk mengetahui lebih detail tempat yang ingin dilihat. Di dalam Android, kita bisa mengontrol secara langsung level zoom melalui method setzoom() pada getMapController(). Nilai ini menggunakan angka integer, diamana 1 (satu) akan memperlihatkan peta dunia secara keseluruhan, dan 21 (dua puluh satu) adalah level terdekat yang bisa kita dapatkan.
Setiap  level merupakan kelipatan dari efektif resolusi layer, level 1 (satu) sama dengan 256 pixel, sedangkan level 21 (dua puluh satu) sama dengan 268,435,456 pixel. Layar handphone tentu tidak sebesar itu, sehingga menggunakan level 16 (enam belas) untuk melihat peta seukuran beberapa blok pada sebuah lokasi.
Untuk membuat aplikasi memiliki zoom level, kita membutuhkan beberapa hal:
  1. Kita menentukan tempat untuk menempatkan kontrol zoom, dan kita bisa mengesetnya hanya terhlihat ketika kita membutuhkan. Misal kita tempatkan overlay di atas peta, pada pojok kiri bawah layar. Kita menggunakan LinearLayout atau kontainer sederhana untuk kontol zoom layout kita.
  2. Pada Activity method onCreate(), kita bisa mendapatkan kontrol zoom kontainer melalui findViewById().
  3. Tambahkan hasil dari map.getZoomControl() pada kontainer.
Sebagai contoh, ini baris kode dari method onCreate(), yang dimaksud sebelumnya:

ViewGroup zom=(ViewGroup) findViewById (R.id.zoom);
Zoom.addView(map.getZoomControl());

Kemudian kita dapat memanggil kontrol zoom agar terlihat dengan memanggil displayZoomControl() pada mapView kita, atau bisa juga secara otomatis terlhiat ketika penggunanya menyentuh layar.
Biasanya kita akan butuh untuk mengontrol peta, selain level zoom, misal lokasi pengguna pada aplikasi semacam where I am, atau lokasi-lokasi tertentu yang kita inginkan, ini akan memerlukan GeoPoint sebagai parameter lokasi tersebut. GeoPoint sebagai parameter lokasi tersebut. GeoPoint merupakan titik alamat dari lokasi, yaitu Latitude dan Longtitude, yang direpresentasikan ke dala deretan angka integer. Dan untuk mengubah posisi map kita bisa memanggil setCenter() pada mapController.

6. GeoPoint

Untuk mendapatkan GeoPoint salah satunya bisa melihat pada Google Maps. Misalkan kita menujut ke Indonesia. Dan disini kita akan mengambil GeoPoint untuk kota Depok dengan titik Universitas Gunadarma. Klik kanan, lalu pilih What’s here?
Sehingga pada jendela sebelah kiri akan muncul angka GeoPoint dari titik tersebut, atau pada field searching. Untuk Universitas Gunadarma kita mendapatkan GeoPoint dengan deretan angka integer, -6.36806,106.833029

7. Rugged Terrain

Seperti juga Google Maps pada komputer yang bisa memperlihatkan image peta terrain dari satellite, Android map juga bisa melakukan hal seperti itu.
Dengan menggunakan method toggleSatellite() pada MapView, kita bisa melihat peta perspektif dari satellite yaitu terrain. Kita bisa membuat triggernya dari menu ataupun dari keypad. Contoh penggunaan keypad yaitu dengan mengeset untuk berpindah mode peta terrain dari satellite pada keypad S, dan untuk menampilkan zoom kontrol pada keypad
@Override
public boolean onKeyDown(int keyCode, KeyEvent event) {
if (keyCode == KeyEvent.KEYCODE_S) {
map.setSatellite(!map.isSatellite());
return(true);
}
else if (keyCode == KeyEvent.KEYCODE_Z) {
map.displayZoomControls(true);
return(true);
}

8. Push Pin

Ketika kita menggunakan Google Maps, kita mungkin pernah menggunakan atau melihat sesuatu di atas peta, seperti “push-pins” yang menandakan suatu tempat. Dimana sebenarnya push pin tersebut terpisah dari peta, dia memiliki layer sendiri, diatas layer peta. Android map juga menyediakan fasilitas layering inim sehingga kita bisa menandai peta dengan push pin sesuai yang diinginkan.
Setiap overlay yang ingin kita tambahkan pada peta, harus diimplementasikan sebagai subkelas dari Ovelay. Terdapat sebuah subkelas ItemizedOverlay ketika kita ingin melihat semacam push pin atau sejenisnya dan ItemizedOverlay memudahkan proses itu.
Untuk menetapkan kelas overlay pada peta, kita bisa memanggil getOverlays() pada MapView kita, dan gunakan add() sebagai instance dari Overlay:
marker.setBounds(0,0, marker.getIntrinsicWidth(),marker.getIntrinsicHeight());
map.getOverlays().add(new SitesOverlay(marker));

9. Touch Screen

Subkelas Overlay juga mengimplementasikan method onTap(), yang akan menangani sentuhan pada layar seperti pada Google Maps, mengklik pada push pin akan mentriger sebuah balon pop up informasi mengenai lokasi. Dengan onTap(), kita dapat melakukan hal yang sama pada Android.
@Override
protected boolean onTap(int i) {
Toast.makeText(MyFirstMap.this,
items.get(i).getSnippet(),
Toast.LENGTH_SHORT).show();
return(true);
}
Android memiliki built-in overlay untuk menghandle dua skenario keadaan:
  1. Menunjukkan dimana kita pada peta, berdasarkan GPS atau lokasi lain yang disediakan
  2. Menunjukkan titik dimana kita ditetapkan, berdasarkan pada built-in sensor kompas apabila tersedia.
Yang harus kita lakukan adalah membuat instance dari MyLocationOverlay(), tambahkan pada daftar MapViews dari overlay, dan mengeset pada enable atau disable fitur ini pada waktu yang ditentukan. Dinama waktu ini didasarkan pada umur penggunaan batttery, tidak perlu meng-update lokasi atau arah ketika activity di pause, untuk itu direkomendasikan kita meng-enable fitur ini dengan onResume() dan disable dengan onPause().
Disini kita memberikan penanda (marker) pada titik-titik GeoPoint yang kita masukkan koordinatnya ke dalam peta kita. Yaitu dengan membuat objek gambar kecil, dengan menggunakan formatpng, dan kita manamakannya marker.png. untuk membuatnya bisa menggunakan pengolah gambar yang kita kuasai, dengan ukuran 22×23 pixel kemudian copy ke folder res/drawable-mdpi/marker.png

10. Tampilan

  • Tampilan Satelit

  • Tampilan Peta

Membuat Aplikasi Android Part 2


Setelah mengetahui cara instalasi dan konfigurasi Android, sekarang kita akan mencoba meng-install Aplikasi yang sudah tersedia untuk Android. Salah satu referinsi aplikasi Android yang saya rasa cukup lengkap dan beragam adalah Android Freeware Directory. Pada Website ini disediakan 586 aplikasi gratis dari 374 pengembang software untuk 8 Android Phones. Jadi untuk para pengembang Android atau yang sudah memiliki SmartPhone berbasis Android (saya belum) :( , Website ini dapat dijadikan referensi atau acuan.


Terdapat 2 cara untuk meng-install aplikasi Android, yaitu:

1. Install dari Internet

Pada Emulator Android, terdapat fasilitas untuk dapat meng-intall langsung aplikasi Android dari internet. Untuk memulainya kita bisa mulai dari setup AVD terlebih dahulu. Dan tentunya komputer yang kita gunakan harus terkoneksi dengan internet *yaiyalah*. Satu hal lagi yang penting adalah kita harus menyiapkan SD Card Virtual untuk menyimpan aplikasi yang sudah diunduh.
  1. Buka aplikasi eclipse, kemudian pilih Window>Android SDK and AVD Manager.
  2. Pilih New, kemudian akan muncul jendela Create New AVD, silakan masukkan parameternya seperti gambar di bawah,
  3. Klik Create AVD, tunggu beberapa saat sehingga pada jendela Android SDK and AVD Manager terlihat daftar AVD yang ada.
  4. Pilih AVD1 lalu klik Start untuk menjalankan emulator, tunggu beberapa saat sehingga muncul emulatornya.
  5. Klik Browser, kemudian kita akan memasukkan alamat situsnya melalui Menu>Go dan ketikkan www.androidfreeware.org.
  6. Kemudian pilih aplikasi yang ingin kita install, misalkan saya memilih aplikasi Games Sudoku Android. Klik Download yang berada di bagian bawah deskripsi aplikasi. Jika aplikasi tidak secara otomatis terunduh, maka coba klik clikc here.
  7. Setelah proses mengunduh selesai, klik pada Android_Sudoku.apk kemudian klik install. Setelah proses instalasi selesai, kita bisa memilih untuk membuka aplikasi tersebut atau kembali ke menu utama. 
Aplikasi siap dimainkan..! :)

2. Install dari File

Selain kita bisa install dari internet, kita juga bisa meng-install aplikasi Android dari console, yaitu dengan langkah-langkah sebagai berikut:
  1. Masuk ke console Windows / CMD
  2. Lalu masuk ke folder dimana SDK berada, caranya dengan /tools/emulator -avd
  3. Setelah Emulator Android terbuka, lalu kita copy aplikasi yang sudah diunduh sebelumnya ke folder tools.
  4. Jika sudah di-copy kita masuk lagi ke console lalu ketik adb install
  5. Jika sudah success maka akan terlihat aplikasi baru bernama Lunar Lander pada Launcher.
Aplikasi siap dimainkan..! :)

Membuat Aplikasi Android Part 1


“Tak kenal maka tak sayang…” Jadi sebelum kita mulai membuat aplikasi Android menggunakan Emulator, mari kita sedikit berkenalan dengan yang namanya Android terlebih dahulu..

Apa itu Android?
Android merupakan suatu software (perangkat lunak) yang digunakan pada mobile device (perangkat berjalan) yang meliputi Sistem Operasi, Middleware dan Aplikasi Inti. Aplikasi Andro
id ditulis dalam bahasa pemrograman Java, yaitu kode Java yang terkompilasi dengan data dan file resources yang dibutuhkan aplikasi dan digabungkan oleh aapt tools menjadi paket Android. File tersebut ditandai dengan ekstensi .apk. File inilah yang didistribusikan sebagai aplikasi dan diinstall pada perangkat mobile. Untuk mengetahui sejarah lengkapnya silakan tanya-tanya aja sama om Google. :D

Instalasi dan Konfigurasi

Untuk memulai me
mbuat aplikasi, kita harus mengintegrasikan sistem android dan para sekutunya di komputer kita. Jadi dalam hal ini kita membutuhkan:
  1. JDK 6 (Java Development Kit)
  2. Android SDK
  3. Eclipse 3.5 (Galileo)
  4. ADT 0.9.4 (Android Development Tools)

Instalasi Java JDK

  1. Jalankan aplikasi JDK dan seperti biasa di next2 aja (biarkan seluruh konfigurasi instalasi dalam keadaan default)
  2. Jika proses instalasi selesai dan berhasil, maka akan terdapat folder JDK dan JRE pada C:\Program Files\Java.
  3. Selanjutnya adalah Setting PATH Java, yaitu dari Control Panel>System>Advanced>Environment Variables, isi nama variabel : PATH dan variabel value : C:\Program Files\Java\jdk1.6.0_16\bin (menunjuk pada folder \bin JDK Anda).


Instalasi Android SDK
  1. Extract Android SDK pada satu tempat di partisi yang Anda punya, misal di C:\Android\android-sdk-windows-1.6_r1\android-sdk-windows-1.6_r1\.
  2. Setting Android SDK tempatkan pada PATH JDK (klik kanan pada My Computer) kemudian klik Advanced Tab.
  3. Klik Environment Variables sehingga akan terlihat PATH Java yang tadi. Klik 2 kali pada variable PATH kemudian masukkan PATH Android SDK, dipisahkan dengan tanda titik koma. Misal : C:\Android\android-sdk-windows-1.6_r1\android-sdk-windows-1.6_r1\.

Instalasi Eclipse

  1. Extract terlebih dahulu paket zip Eclipse
  2. Jalankan Eclipse.exe. Ketika dijalankan, Eclipse akan membutuhkan tempat (Workspace) untuk project2 yang akan dibuat. (note: eclipse tidak membutuhkan proses instalasi)
  3. Untuk memulai menggunakan Eclipse, klik ikon Workbench yang terletak pada ujung sebelah kanan.

Instalasi ADT

  1. Jalankan aplikasi Eclipse
  2. Pilih Help>Install New Software
  3. Klik Add, sehingga muncul jendela Add Site. Pada Name kita isi dengan ADT. Kemudian klik pada tombol Archieve, dan cari folder dunana Anda menempatkan file ADT. Kemudian OK.
  4. Maka kemudian akan terlihat pada jendela Available Software, pilih checklist pada Developer Tools sehingga semua checklist terpilih. Klik Next.
  5. Akan terlihat jendela dialog Install Detail. Klik Next.
  6. Kemudian muncul jendela licence agreement, pilih I accept the …. Klik Finish.
  7. Restart Eclipse. Jika instalasi ADT sukses, maka akan terlihat Menu baru Android SDK and AVD Manager pada Menu Windows.

Konfigurasi Eclipse & ADT

  1. Klik pada Menu Windows>Preference, pilih Android, kemudian Browse pada SDK Location sesuai dengan Folder dimana SDK Anda tempatkan. Klik Apply, tunggu sebentar hingga muncul list SDK. Klik OK.
  2. Kembali ke Menu utama, kemudian pilih Windows>Android SDK and AVD Manager.
  3. Pilih AVD1 (Android Virtual Device). Klik Start.
  4. Android akan Loading beberapa waktu, sehingga akhirnya AVD telah siap. Klik tombol Menu untuk masuk ke dalam program explorer.


bersambung …

Minggu, 31 Juli 2011

Koneksi VPN di Android

Tidak dipungkiri lagi, semua ponsel Android yang keluar saat ini merupakan ponsel pintar yang memiliki banyak fungsi. Contohnya adalah koneksi internet, WiFi, eMail, games, aplikasi dan masih banyak lagi. Hampir semua fungsi pada komputer sudah terwakili Android.
Jika anda sering menggunakan internet, anda pasti mengenal VPN (Virtual Private Network) yang biasa digunakan untuk koneksi internet. VPN merupakan alternatif untuk koneksi internet yang lebih aman, lebih stabil dan lebih cepat dari pada koneksi konvesnsional, terlebih jika menggunakannya untuk koneksi business anda.
Sama seperti pada komputer/notebook, sekarang Android pun sudah bisa digunakan untuk koneksi VPN, menggunakan fitur bawaan yang ada di Android. Sebagai bahan percobaaan, kita gunakan layanan VPN gratis dari http://www.freepptpvpn.com yang bertipe PPTP-VPN (09 Juni 2011).
Di bawah ini langkah kerja menggunakan Free PPTP VPN:
  • Pastikan Android anda terkoneksi ke internet menggunakan koneksi konvensional seperti WiFi atau koneksi 3G dengan kartu GSM atau CDMA.
  • Pilih Settings, Wireless and Networks, VPN Settings dan pilih Add VPN.
  • Pilih Add PPTP VPN karena server yang sedang kita gunakan adalah bertipe PPTP.
  • Pada bagian VPN name, tuliskan nama koneksi (Anda bisa menuliskan nama apa saja sesuai kehendak anda).
    Koneksi VPN di Android Image
  • Pada bagian Set VPN Server ketikkan us.freepptpvpn.com, sesuai dengan petunjuk pada website free PPT VPN.
    Koneksi VPN di Android Image
  • Beri tanda pada bagian Enable Encryption.
  • Di bagian DNS Search domains, kosongkan saja bagian ini jika koneksi anda sudah menggunakan DNS yang stabil. Jika ingin merubahnya, anda bisa menggunakan DNS dari Google atau OpenDNS.
    Koneksi VPN di Android Image
  • Setelah semua telah disetting, simpan konfigurasi tersebut dengan memilih Save.
Setelah pengaturan selesai, sekarang saatnya melakukan test dengan mengkoneksikan Android ke VPN. Tekan nama profile yang sudah dikonfigurasikan tadi, kemudian masukkan username dan password yang disediakan. Tunggu sebentar sampai Android terkoneksi ke server VPN.
Selamat mencoba dan perkaya wawasan anda tetang Android dengan terus mengikuti update artikel di FastNCheap Blog.

Advanced Task Killer Free, Aplikasi Pembunuh Yang Bermanfaat Untuk Android

Seperti arti dari nama aplikasi tersebut, Advanced Task Killer adalah aplikasi yang bisa digunakan untuk mematikan (Kill) suatu tugas (Task) tertentu pada Android. Pengguna Android bisa memilih sendiri Task mana yang ingin dimatikan dan Task mana yang dibiarkan berjalan. Jika belum tahu apa itu “Task” pada Android, kami berikan sedikit gambaran berikut ini.
Coba buka komputer atau notebook, arahkan mouse pada taskbar, klik kanan dan pilih Task Manager. Di situ anda akan melihat ada banyak aplikasi yang sedang dijalankan oleh Windows baik itu berjalan pada Foreground atau Background. Sama dengan di Windows, “Task” pada Android adalah kumpulan aplikasi yang sedang dijalankan oleh operating system Android.
Kalau di komputer bisa dengan mudah mematikan aplikasi dengan masuk ke Task Manager yang diikuti dengan klik tombol “End Task” sedangkan di Android belum ada fitur bawaan yang semudah itu. Untuk mengatasi hal tersebut bisa menggunakan aplikasi tambahan yang bernama Advanced Task Killer yang dibuat oleh ReChild dan bisa di dapatkan dengan gratis di Android Market.
FAQ
A) Bagaimana cara menginstallnya di ponsel Android?
Q) Pergi ke Android Market, pilih menu Search dan cari aplikasi dengan mengetikkan “Advanced Task Killer Free”. Install aplikasi tersebut ke dalam ponsel Android.
A) Bagaimana Menggunakannya?
Q) Cukup sederhana, buka aplikasi Advanced Task Killer dan lihat daftar aplikasi apa saja yang sedang berjalan. Beri tanda aplikasi mana yang ingin dimatikan kemudian pilih “KILL Selected Apps”.
Advanced Task Killer Free, Aplikasi Pembunuh Yang Bermanfaat Untuk Android Image
Q) Mengapa ada aplikasi yang berjalan padahal saya tidak pernah mengaktifkan atau membukanya?
A) Beberapa aplikasi memang akan aktif secara otomatis ketika ponsel Android dihidupkan.
Q) Mengapa saya kehilangan koneksi ketika mematikan salah satu aplikasi menggunakan Advanced Task Killer?
A) Beberapa aplikasi memang saling terkait dengan yang lain. Sebagai contoh, jangan pernah mematikan aplikasi koneksi internet ketika sedang membaca eMail karena eMail membutuhkan koneksi internet.
Q) Apa itu Auto Kill Level?
A) Jika ingin membunuh aplikasi secara otomatis pilih fitur ini. Anda bisa memilih level dari setiap level proses “Kill” tersebut.
Safe = Hanya membunuh aplikasi yang tidak berjalan namun masih mengkonsumsi energi baterai.
Aggressive = Mematikan aplikasi background dan aplikasi yang sudah tidak digunakan.
Crazy = Semua aplikasi akan dimatikan, kecuali aplikasi yang sedang anda gunakan.
Advanced Task Killer Free, Aplikasi Pembunuh Yang Bermanfaat Untuk Android Image
Kesimpulan
Hampir bisa dikatakan, Advanced Task Killer Free adalah aplikasi wajib bagi pengguna Android. Pengoprasianya yang mudah disertai dengan fungsi dari aplikasi yang cukup powefull. Dan jangan lupa, aplikasi ini bisa didapat dengan gratis di Android Market.

Kamis, 28 Juli 2011

Cara Menginstall Aplikasi Non-Android Market Pada Gadget/Ponsel Android

Meskipun Android Market menawarkan beribu-ribu aplikasi yang bisa dipilih, ada kalanya anda menginginkan untuk menginstall aplikasi Android lain yang belum tersedia di Market. Aplikasi itu biasanya merupakan aplikasi tahap beta yang baru dibuat atau mungkin pihak pengelola Market (Dalam hal ini adalah Google) belum memberi izin untuk menyertakan aplikasi tersebut.
Cara Menginstall Aplikasi Non Android Market Pada Gadget/Ponsel Android Image
Secara default, Gadget atau Ponsel Android dirancang untuk menolak aplikasi yang belum terdaftar di Market. Langkah ini diambil untuk mencegah pengguna untuk menginstall aplikasi yang mungkin mungkin malah merugikan pengguna itu sendiri. Tetapi jika yakin bahwa aplikasi tersebut bermanfaat, anda bisa mencoba menggunakan trik sederhana ini untuk menambahkannya ke Ponsel Android yang sedang anda pakai.
Nonaktifkan Pemblokiran Aplikasi
Untuk menoaktifkan pemblokiran aplikasi tersebut, pergi ke bagian Settings, pilih Applications dan terakhir pilih Unknown sources (Allow installation on non-Market Applications). Android akan memberikan peringatan kepada anda apakah yakin menggunakan aplikasi non-Market. Jika yakin dengan hal tersebut, pilih OK.
Cara Menginstall Aplikasi Non Android Market Pada Gadget/Ponsel Android Image
Selain itu, ketika menginstall aplikasi tersebut, biasanya Android memberikan peringatan ulang apakah memang yakin untuk menginstall aplikasi itu atau tidak. Berikan konfirmasi kalau anda memang ingin menginstall aplikasi tersebut.
Sebagai contoh, ada aplikasi game bernama “Kongregate” yang sebenarnya tidak berbahaya tetapi masih belum disetujui sebagai salah satu aplikasi resmi di Android Market. Untuk menginstall game tersebut harus langsung ke website resminya di http://m.kongregate.com/android. Kemudian, download dan install game Kongregate di Ponsel Android yang anda punya.
Cara Menginstall Aplikasi Non Android Market Pada Gadget/Ponsel Android Image
Selain aplikasi pada contoh tadi, masih banyak aplikasi lain yang sebetulnya bermanfaat tetapi masih belum masuk daftar dari Android Market. Jangan lupa, tetap waspada untuk tidak menginstall aplikasi yang belum diketahui asal usul dan manfaat dari aplikasi tersebut.
Catatan
Trik ini sudah diujicobakan pada Dell Streak 7 dengan Operating System Android Froyo versi 2.2 dan berjalan dengan baik. Jika anda mencoba mengaplikasannya pada merek lain atau OS Android versi lain, mungkin hasilnya akan sedikit berbeda.
Selamat mencoba dan teruslah bereksperimen dengan Android.

CamScanner, Menyulap Ponsel Android Menjadi Scanner

Masih ingatkah anda dengan scanner konvensional? Alat yang mampu merubah data di kertas menjadi dokumen digital untuk keperluan tertentu. Anda masih ingat bukan?
Sekarang, jika anda mempunyai ponsel yang memiliki camera digital, anda bisa menggunakan fasilitas tersebut sebagai laternatif untuk melakukan scan dokumen secara manual. Caranya cukup mudah, cukup megambil gambar dokumen dengan camera, mentrasfernya ke komputer dan mengedit bagian yang perlu menggunakan software seperti Adobe Photoshop.
Cara tersebut mungkin memakan waktu agak lama mengingat ada beberapa proses yang harus dikerjakan. Jika ingin lebih cepat, ada solusi mudah untuk melakukannya dengan cepat dengan menggunakan aplikasi CamScanner. Syaratnya, ponsel anda harus berbasis Android karena aplikasi ini tersedia untuk OS Android.
CamScanner, Menyulap Ponsel Android Menjadi Scanner Image
Aplikasi kecil ini hampir setara dengan software bawaan scanner konvesnional karena bisa digunakan untuk cropping gambar (Memotong bagian gambar yang tidak perlu). Selain itu, pengguna Android juga bisa menggunakannya untuk meng-convert file gambar menjadi PDF.
Fitur tambahan lainnya, karena biasanya ponsel selalu terhubung dengan jaringan internet, aplikasi CamScanner juga mengikutserakan fungsi berbagi file menggunakan jalur akses pada Android. Sederhananya, anda tidak perlu lagi mentranfernya terlebih dahulu ke komputer jika hanya ingin mengirim file hasil scan ke orang lain menggunakan jalur internet. Cukup dengan CamScanner, semua bisa anda lakukan dengan mudah.
CamScanner, Menyulap Ponsel Android Menjadi Scanner Image
Fitur handal dari CamScanner yaitu:
  • Scan dokumen menggunakan ponsel Android dengan cara mudah.
  • Membantu backup data fisik anda.
  • Fitur cropping otomatis dan manual (Membuang bagian gambar yang tidak perlu).
  • Bisa digunakan untuk mengkonvert file ke bentu PDF.
  • Memungkinkan anda untuk upload langsung lewat jaringan internet pada Android dan berbagi file dengan yang lain.
  • File hasil scan bisa di “tag” sehingga mempermudah saat pencarian dokumen.
Jika anda berminat menggunaka CamScanner, pergi ke Android Market dan cari dengan kata kunci CamScanner. Atau bila ingin lihat halaman resminya bisa ke sini https://market.android.com/details?id=com.intsig.camscanner.

Cara Mudah Membuat Ponsel Android Menjadi Camera CCTV

Saat ini penggunakan camera CCTV memang diperlukan untuk kebutuhan sehari-hari baik itu di lingkungan rumah atau di lingkungan kantor. Jika secara mendadak anda membutuhkan camera CCTV padahal anda sendiri tidak memilikinya, maka anda bisa menggunakan perangkat lain seperti ponsel Android sebagai camera.
Cara Mudah Membuat Ponsel Android Menjadi Camera CCTV Image
Trik ini juga bisa digunakan untuk menguji kehandalan ponsel Android yang baru saja anda beli. Selain itu, anda juga bisa menggunakannya sebagai kegiatan iseng untuk mengisi waktu anda yang sedang kosong. Yang perlu diingat, jangan menggunakan trik ini untuk hal-hal negatif karena anda sendiri pasti tahu kalau hal-hal negatif bisa merusak kesehatan.
Berikut ini step by step cara menggunakan ponsel Android sebagi IP Camera yang biasa disebut dengan camera CCTV.
Tahap persiapan:
  • Satu buah ponsel Android.
  • Satu buah notebook yang terintegrasi dengan WiFi atau satu buah PC yang sudag dilengkapi dengan perangkat WiFi.
Proses Install Software:
  • Pergi ke Market, cari aplikasi dengan kata kunci IPCam dan di situ akan ada beberapa pilihan. Pada saat melakukan percobaan ini, kami menggunakan aplikasi yang dibuat oleh Happy Droids yang bisa didapatkan dengan gratis.
    Cara Mudah Membuat Ponsel Android Menjadi Camera CCTV Image
  • Pilih aplikasi itu and install pada ponsel Android anda.
Setelah proses install selesai, saatnya mengguakan IPCam sebagai camera CCTV:
  • Aktifkan fasilitas Tethering WiFi Sharing pada ponsel Android.
    Cara Mudah Membuat Ponsel Android Menjadi Camera CCTV Image
  • Jalankan aplikasi IPCam yang barusan diinstall.
  • Pada bagian bawah paling kiri, anda akan melihat tombol dengan huruf (i). Itu adalah petunjuk penggunaan dari IPCam. Silahkan baca untuk sedikit memahami bagaimana camera ini bekerja.
  • Di sebelahnya ada gambar kunci. Pilihan itu untuk memberikan autentikasi jika ada yang ingin mengakses camera. Untuk percobaan kali ini, agar lebih mudah, kosongkan saja pilihan ini.
    Cara Mudah Membuat Ponsel Android Menjadi Camera CCTV Image
  • Pilih setting Quality sesuai dengan keinginan anda. Semakin baik Quality, maka akses bisa tambah lambat dan begitu juga sebaliknya, semakin jelek Quality maka akses semakin cepat (Gambar tidak patah-patah). Paca contoh kali ini, kami mencoba 50%, pertengahan dari kualitas camera.
    Cara Mudah Membuat Ponsel Android Menjadi Camera CCTV Image
  • pada bagian size, pilih size sesuai dengan keinginan anda. Hal ini juga tergantung dengan ponsel, jika ponsel memang belum mampu mengambil resolusi yang tinggi, jangan dipaksakan. Pada contoh, kami menggunakan size ukuran 640×480 pixel.
    Cara Mudah Membuat Ponsel Android Menjadi Camera CCTV Image
  • Tekan gambar IP pada bagian bawah dan masukkan port yang akan anda gunakan. Jika anda belum faham apa itu port, gunakan por 8000 saja (Default port) dan lanjutkan dengan memilih Save.
    Cara Mudah Membuat Ponsel Android Menjadi Camera CCTV Image
  • Sekarang, nyalakan camera dengan cara “touch” pada bagian kanan bawah gambar tombol On/Off.
  • Di situ anda akan melihat IP address dari camera beserta port dari camera tersebut.
  • Saat ini, kembali ke notebook/komputer, koneksikan WiFi dengan ponsel Android yang sudah dikatifkan Tethering WiFi Sharing.
  • Setelah terkoneksi, buka web browser dan masukkan alamat IP address sesuai dengan yang tertera pada gambar sebelumnya. Pada contoh, IP address yang digunakan adalah 192.168.43.1 dengan port 8000 maka pada adress browser, tuliskan http://192.168.43.1:8000/
  • Jika semua proses sudah terkonfigurasi dengan baik, anda akan melihat tulisan seperti gambar di bawah ini.
    Cara Mudah Membuat Ponsel Android Menjadi Camera CCTV Image
  • Selanjutnya pilih salah satu metode yang akan digunkan, apakah memilih menggunakan web browser, menggunakan media player atau menggunakan yang lain. Silahkan berkreatifitas. Pada contoh, kami menggunakan web browser Firefox.
    Cara Mudah Membuat Ponsel Android Menjadi Camera CCTV Image
  • Yang perlu diingat, tidak semua web browser support dengan aplikasi ini. Untuk itu pastikan anda menggunakan web browser yang paling baru atau menggunakan media selain web browser.
Selesai sudah, sekarang ponsel Android anda bisa digunakan sebagai kamera CCTV seperti kamera convensinal. Anda bisa menempatkannya di mana saja asalkan sinyal WiFi dari Android bisa diterima oleh komputer/notebook.
Jika menggunakan web browser, pastikan komputer/notebook anda berkecepatan tinggi karena web browser memerlukan resource yang besar ketika streaming video dari camera Android. Jangan sampai keperluan camera CCTV anda menjadi terhambat hanya karena komputer/notebook yang lelet.
Selain menggunakan sharing dari WiFi langsung, anda juga bisa menggunakan jaringan WiFi yang sudah tersedia dengan syarat baik komputer maupun notebook sama-sama bisa mengakses jaringan tersebut. IP address dari Android juga akan mengikuti jaringan WiFi yang ada.

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design by Ahenz | Blogger Sejati by Big 4 Share - Private Template | Big Community